Tak Berkategori

5 Pengalaman Nyata Orang Mati Suri

http://kisahnyata.org/2019/03/21/konsep-otomatis-mati-suri/

KisahNyata.org – Mati suri adalah salah satu fenomena dalam diri manusia yang masih banyak diperdebatkan. Mati suri adalah keadaan seseorang yang sudah dianggap tak bernyawa karena denyut nadi dan napas yang tak bisa

ditemukan lagi dalam diri seseorang. Banyak yang percaya bahwa mati suri seperti cara lain Yang Maha Kuasa untuk dekat dengan manusia.

Secara ilmiah, kondisi tersebut dianggap sebagai tidur yang terlalu dalam atau nyenyak. Seperti dilansir djurnal.com, Kepala Bedah Saraf Rumah Sakit Mayapada Tangerang, dr Roslan Yusni Hasan mengatakan sel-sel dan organ tubuh seseorang masih bekerja dengan baik.

Roslan menambahkan bahwa fenomena seperti ini sebenarnya bisa diketahui bila melalui pengecekan lebih dalam pada aktivitas batang otak manusia. Namun, pada akhirnya, banyak yang lebih percaya bahwa mati suri merupakan kejadian yang bisa membuat seseorang “tersadarkan”.

Pengalaman-pengalaman selama mati suri yang dialami 10 orang ini pun IDN Times rangkum dalam kisah-kisah di bawah ini.

Mati Suri Melihat manusia berdosa disiksa.

Aslina adalah seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bengkalis, Riau. Pada 2006 silam, Aslina yang masih berusia 25 tahun dinyatakan meninggal oleh pihak dokter yang menanganinya. Sebelumnya, Aslina memang mengidap penyakit gondok sejak usia 20. Dirinya menghembuskan napas terakhir di depan pamannya yang mengantarnya ke Jakarta dengan tujuan awal pengobatan yang lebih baik.

Sebagai yatim piatu, Aslina memang tinggal bersama keluarga pamannya. Ketika menghembuskan napas terakhirnya, Aslina mengaku merasakan ada malaikat pencabut nyawa yang memegang kaki kanannya lalu mengangkat jiwanya keluar dari tubuh.

Ketika sudah keluar dari tubuhnya, Aslina tersadar dan bisa melihat paman, dokter dan jasadnya sendiri dalam ruangan rumah sakit itu. Kemudian, dua malaikat dengan berpakaian putih. Jantung Aslina berdegub kencang ketika mendengar suara menggema dari salah satu malaikat itu.

Aslina pun dibawa oleh kedua malaikat itu. Ketika berjalan bersama mereka, Aslina melihat banyak sekali orang yang disiksa oleh makhluk tinggi, besar, hitam dan dipenuhi bulu. Siksaan mulai dari seorang laki-laki yang memikul besi berat di punggungnya. Kemudian, tubuh seseorang yang terus menerus dihujam besi, selain itu ada pula yang kulit dan daging terkelupas.

Setelah melewati tempat siksaan, Aslina bertemu dengan sosok malaikat yang mengaku sebagai “Amal”-nya. Kemudian, terdengar bacaan doa di sekelilingnya. Kemudian, Aslina pun dituntun untuk berjalan ke cahaya dan kembali pada tubuhnya.

Disiksa terus sampai bertemu sang ibu.

Ulul mengidap penyakit TBC, yang pada 2002 silam dirinya tiba-tiba merasakan kedinginan yang tak tertahankan pada pukul 01.00 dini hari. Uniknya, Ulul mengaku bahwa dirinya sadar akan dicabut nyawanya. Namun, perlahan-lahan dirinya mulai lupa akan semua kenangannya di dunia.

Pada saat itu, keluarganya telah menyimpulkan bahwa dirinya telah meninggal. Sebelum benar-benar merasa “hilang”, dirinya masih mendengar suara tangisan keluarganya. Kemudian, dia merasa hampa, merasa tubuhnya ada yang menarik dan menghempaskannya ke alam yang gelap

Desa aneh dan teman bermain dengan wajah pucat.

Ketika masih kecil Gunawan dikenal sebagai anak yang sering sakit-sakitan di kampungnya. Pada suatu sore, Gunawan merasakan tubuhnya tak sakit lagi dan kembali bersemangat. Kemudian, dia pun mengajak kakak dan beberapa temannya di kampung untuk bermain di tepi desa dekat dengan sebuah aliran sungai.

Namun, Gunawan merasa ada yang aneh ketika dia sampai di perbatasan kampungnya itu. Melihat sekeliling dia seperti tak mengenali kondisi desanya yang sangat sunyi dan dipenuhi kabut. Kakak dan teman-temannya pun hanya berdiri diam dengan wajah pucat.

Menyaksikan ibu kandungnya disiksa.

Seorang wanita di Probolinggo mengalami sakit parah selama tujuh hari. Memasuki hari ke tujuh, dirinya pun dianggap meninggal. Dirinya juga merasakan sakitnya dicabut nyawanya, sakit yang tak tertahankan.

Namun, ketika dicabut nyawanya, wanita itu tak merasa apapun lagi. Dia pun disambut dua malaikat berbaju putih. Kemudian, dirinya dibawa oleh kedua malaikat itu ke sebuah tempat di mana ada seseorang yang sedang disiksa

Mati Suri Kabur dari siksaan.

Ketika masih duduk di bangku 2 SMP, Agus mengalami sakit berat. Kondisinya semakin parah sehari sebelum lebaran. Dirinya yang sudah opname di rumah sakit pun tak bisa berbuat apa-apa selain merasa kedinginan. Namun, semakin lama, tubuhnya semakin menggigil.

Ketika matanya terbuka, dia melihat sekelilingnya orang-orang dengan wajah menyeramkan menahannya. Dia pun meronta-ronta ketakutan. Wajah-wajah tersebut seperti ada yang rusak dan tertawa dengan kondisi wajah yang tak wajar.

Comment here