Tak Berkategori

Anak Miliarder yang Rahasiakan Statusnya

konsep-otomatis-hati

Malah, dia sangat rendah hati anak.

KisahNyata.org – Tak semua hati anak miliarder hidup dalam kemewahan. Tak semua pula yang memamerkan harta benda yang dimilikinya ke jejaring sosial.

Ada, lho, anak miliarder yang rendah hati. Saking rendah hatinya, orang-orang tak mengetahui kalau dia adalah anak orang kaya-raya.

Hal ini diungkapkan oleh seorang pengguna Quora, Albert Zhang. Dia berkisah tentang sepupunya. Dia mengatakan bahwa sang sepupu pria —tak disebutkan namanya—adalah anak seorang miliarder di China.

“ Ayahnya, paman saya, adalah seorang anak yang terkenal dan berbakat yang bersekolah di univeritas top China tahun 1979 pada usia 16 tahun. Dia juga mendapatkan gelar Master dalam 3 tahun. Dulunya, dia adalah pengusaha terkaya di provinsinya,” kata Albert, dikutip dari Quora, Sabtu 1 Desember 2018.

Sepupunya ini kuliah di Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dan mengambil jurusan teknik industri. Albert menyebut dia adalah salah satu orang terpintar dan melanjutkan pendidikan S-2 di jurusan yang sama di HKUST.

Albert mengatakan saudaranya ini sangat menyukai Jepang. Setelah lulus, dia pergi ke Jepang untuk bekerja. Namun, bekerja di sana tidak menyenangkan seperti yang dipikirkan. Kemudian, sepupu Albert resign setelah dua tahun bekerja.

“ Dia bilang kepada saya bekerja di perusahaan Jepang membosankan. Orang-orang hanya membuang-buang waktu mereka. Dia tidak tertarik menghasilkan uang sama sekali,” kata pria ini.

Menurut Albert, sang sepupu bekerja untuk mencari pengalaman bekerja. “ Dia mungkin lebih kaya daripada bosnya, tetapi atasannya tidak tahu pasti,” kata dia.

Keliling Dunia


Sang sepupu ini tak mau bekerja dalam waktu yang lama. Dia berkeliling dunia selama satu tahun lebih. Selama perjalanan, kata Albert, saudaranya tertaik dengan arkeologi.

Kemudian, dia mendaftar pendidikan S-3 di universitas di Australia. Proyeknya adalah Jalan Sutra kuno. Dikatakan bahwa sepupu Albert harus tinggal dan bekerja di beberapa daerah termiskin di Chiina bagian barat dan Asia Tengah.

Lagi-lagi dia berhenti setelah dua tahun berkecimpung di dunia arkeologi. “ Dia mengatakan tidak menyenangkan ketika semua yang dilihat adalah pasir dan kamu tak bisa mandi karena kekurangan air. Juga tak ada AC,” kata Albert.

Lalu, sepupunya balik ke Hong Kong. Di sana, dia menghargai betapa mewahnya kehidupan urban. Pada usia 28 tahun, dia belajar program master di bidang keuangan. Sepupu Albert melalui tes dengan muda.

Penasaran karena sering berhenti di tengah jalan, Albert bertanya kepada sang saudara.

“ Saya bertanya apa yang ingin dia lakukan dengan itu. Dia bilang tidak tahu. Dia ingin mencoba semuanya karena hidup ini singkat,” kata dia.

Ketika Albert bertanya tentang berapa uang yang dihasilkan di industri keuangan, saudaranya hanya menjawab US$1.500 (Rp21,46 juta) sebulan baik-baik saja,” kata dia.

Rendah Hati Anak Adalah Kunci


Albert menambahkan, sepupunya sangat rendah hati. Malah, tak ada teman-temannya yang tahu latar belakangnya. Sang saudara hanya memakai sepatu kets seharga US$15 (Rp214.649) dan telepon seluler US$40 (Rp572.397).

“ Semua orang menganggap dia orang biasa,” kata dia.

Albert mengatakan mereka tumbuh bersama. Malah, dia tak bisa mengalahkan sang sepupu untuk berbagai hal, termasuk bermain kartu.

Dia menyebut sepupunya ini dianggap sebagai orang biasa bagi teman-temannya. Tapi bagi Albert, saudaranya itu misterius.

“ Saya tak pernah tahu apa yang ada di pikirannya. Jika kamu tidak tahu dia kaya, (sepupuku) terlalu normal. Tapi, jika tahu kaya dan cerdas, dia terlalu aneh. Teorinya adalah dia hanya mengamati dunia untuk peluang memulai bisnisnya sendiri,” kata dia.

Comment here